Archive for Agustus 2008
Sidik.
Dari televisi aku melihat ada sebuah jasa penguak potensi diri manusia lewat sidik jari. Biayanya 1,5 juta. Nanti 10 jarimu di-scan, dan hasilnya akan keluar 5 hari kemudian.
Ayo di-reverse engineer sebentar.
Gambar sidik jarinya di-scan, berarti data ada di dalam komputer, ya? Lalu kenapa butuh waktu 5 hari untuk mendapat hasil? Kelihatannya algoritma yang dipakai benar-benar kompleks dan prosesor intensif. Atau mereka sekedar manual, pakai jasa orang yang bisa “membaca” sidik jari.
Kelihatannya lebih masuk akal yang terakhir. Bukannya tidak percaya, tapi kalau berurusan dengan apa dan bagaimana manusia, komputer hari ini masih belum sanggup bicara banyak. Wong memprediksi bagaimana protein dalam tubuh manusia itu terbentuk masih gelagapan, kok.
Jadi sepertinya semua urusan scan dan data di dalam komputer itu cuma sekedar akal-akalan supaya mereka kelihatan hi-tech dan bisa sok pasang harga tinggi. Absurd.
Terus, apa iya dari sidik jari bisa dibaca potensi seseorang? Katanya sih karena sidik jari itu selalu unik. Tapi pola pembuluh darah di belakang retina mata seseorang juga unik. Iris mata juga. DNA juga. Kenapa harus sidik jari?
Ini ada yang sedikit lucu.
Though fingerprints cannot be identical, they can, in fact be very similar. Two identical twins, for example will have fingerprints that to the naked eye might appear identical. In fact some fingerprint characteristics may be a result of genetics. Thus it may be possible to preliminarily identify familial ties by examining the fingerprints of close family members. (Sumber)
Kalau kemungkinan besar proses penguakan sidik jari ini dilakukan secara manual, sepertinya akurasinya tidak akan bisa terlalu mendetail. Kalau kasusnya seperti di atas, bagaimana? Kembar identik kadang-kadang punya sidik jari yang identik kalau dilihat dengan mata telanjang.
Jadi anak kembar identik akan punya bakat yang sama, menurut jasa penguak potensi diri ini. Banyak contoh yang mengatakan iya, banyak contoh yang mengatakan tidak. Maka akurasinya patut dipertanyakan.
Lagipula, kok kelihatannya jasa ini jadi sekedar pelarian ibu-ibu kota yang sibuk untuk mencari tahu bakat anak-anaknya tanpa mau meluangkan waktu untuk benar-benar mengamati dan berinteraksi dengan anak-anak mereka, lho.
Tidak perlu ah sampai pergi jauh-jauh dan membayar mahal untuk sekedar mencari tahu potensi anak-anak. Just observe and listen to your child. They’ll let you know what they’re great at.
Andal.
Kalau boleh dibilang, XP itu tidak terlalu buruk, kok.

172 jam lebih, tidak ada crash, tidak ada apa-apa. Memang setelah foto ini diambil laptop segera di-restart. Kasihan. Perlu istirahat.
PS: Nama komputer sengaja disamarkan.
Skripsi.
Satu malam bersama calon-calon mahasiswa abadi (naudzubillah).

Kertas.
Sempat terbersit di benakku: bagaimana kalau seusai sidang akhir skripsi selesai aku tak pernah sekalipun lagi datang ke kampus? Lembar ijazah tidak diambil, wisuda tidak mendaftar.
Aku akan baik-baik saja. Tapi entah berapa banyak orang yang akan tersakiti dan kecewa dengan tindakanku itu.
Jadi aku minta maaf, semuanya, karena pikiranku aneh dan sudut pandangku tidak masuk akal. Maaf karena aku tidak senormal yang lain.
Pengganti.
Di tempat Safitri bekerja sekarang, kebanyakan teman satu perusahaannya mengeluhkan jam kerja yang panjang dan beban kerja yang tinggi. Perusahaan itu berencana mendirikan pusat R&D di Indonesia dan dari awal menanamkan pola kerja di negara asalnya di cabangnya di Indonesia. Kerja keras, lembur, semua dikorbankan untuk kemajuan perusahaan.
I call bullshit to them.
Don’t ask a developer to work more overtime than he or she wants to work. Developers are like cats. If you push them in one direction, you can’t predict which way they’ll go except that they won’t go in the direction they’re pushed. If you need to get more done, come up with a different solution. (Sumber)
Kerja overtime dapat membawa pada kepanikan dan depresi. Mempertinggi tekanan darah. Lebih parah lagi, pernah dengar karōshi?
Bagaimana dengan resiko kecelakaan kerja?
Industrial accidents increase disproportionately as hours increase above forty per week, or above 8 hours per day. More than half of all industrial accidents occur in jobs with extended working hours. The generally-accepted hypothesis is that the accidents result from tiredness. (Sumber)
Pada akhirnya, waktu bukanlah pengganti untuk kualitas. Sederhana saja: coba berpikir tentang sesuatu selama yang engkau mampu. Apakah lama kelamaan pikiranmu makin jernih, atau makin keruh?
Manusia tidak pernah didesain untuk dapat bekerja dalam jangka waktu yang terlalu lama. Manusia didesain dengan batasan-batasan. Manusia-manusia yang kelelahan tidak akan sanggup menghasilkan sesuatu sebaik ketika mereka masih sehat dan penuh energi.
Menyedihkan rasanya bahwa perusahaan sebesar itu gagal memahami fakta sesederhana ini.
Corbuzier.
Dari iklan SMS ramalan Dedi Corbuzier yang baru:
Mulai hari ini, ramalan yang Anda terima akan berbeda dengan ramalan orang lain.
Ha, jadi kamu diprotes orang karena semua dapat ramalan yang sama? Lalu sekarang jumlah ramalan di dalam database sudah ditambah berapa ratus lagi? Atau berapa ribu lagi? Fungsi pengacaknya sudah diperbarui algoritmanya?
FFS. Go do some crazy stunts that would kill yourself in the process, dude.
Merdeka.
Dalam benakku, hal yang seringkali menghalangi perjuangan orang-orang yang hendak membenahi bangsa ini adalah betapa keadaan telah sedemikian buruknya hingga orang-orang itu sehari-harinya harus jatuh bangun untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan tak lagi punya sisa tenaga untuk upaya yang lainnya.
Jadi seperti ini. Untuk dapat melakukan sesuatu untuk bangsa ini, terlebih dahulu engkau harus bertahan hidup. Namun engkau selamanya akan terjebak dalam perjuangan bertahan hidup itu selama bangsa ini terus saja rusak dan merusakmu. Maka selamanya engkau tetap rusak, selamanya bangsa ini tetap rusak.
Permasalahan telur dan ayam.
Solusinya?
Entahlah, tapi nampaknya engkau harus lebih dahulu merdeka dari bangsa ini sebelum bisa berbuat lebih banyak. Merdekalah dari Indonesia. Lepaskan dirimu dari segala jerat dan kepenatannya, kalahkan dia, jadilah lebih besar dari Indonesia, hiduplah di luar bayang-bayang kekuasaannya atasmu, dan terbanglah jauh sejauh-jauhnya.
Baru setelah kekuatan itu kau peroleh, engkau bisa kembali kemari untuk menyelamatkan saudara-saudaramu yang sesaat kau tinggalkan.
Mungkin begitu?