The Fardreamer

In loving memory of all the dreams.

Sayap.

with one comment

“Aku ingin belajar hal-hal yang lebih luas,” kataku padamu sore itu. “Kupikir aku sudah cukup belajar untuk bekal mencari nafkah. Tapi aku belum cukup belajar untuk bekal hidupku.”

Andai ini sebuah kisah di dalam novel, biasanya tulisan akan dipotong sampai di situ dan berlanjut di bab selanjutnya. Di bab itu, engkau akan bisa membaca ceritaku berpetualang, mblakrak, ke berbagai tempat. Mungkin tersesat di Cikarang. Mungkin main air dan foto-fotoan di satu pantai terpencil di Jawa Barat bersama anak-anak ITB yang itu. Ke Yogya. Filipina. Singapura. Entah ke mana lagi.

Di dunia nyata, sayangnya, kisah itu sementara terhenti sebelum bab itu bisa dimulai.

Masih banyak yang harus kuselesaikan di sini. Tapi tidak apa. Setidaknya niat itu sudah ada. Tinggal bagaimana aku memerdekakan diri dari semua rantai yang kebanyakan sia-sia ini.

Written by Hafiz

Oktober 22, 2008 pada 11:34 am

Ditulis dalam Kisah

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. gpp, bersusah-susah dulu…
    mungkin rantai yang sekarang seperti sia-sia, ternyata ditambatkan kepada kapal, yang malah akan membawamu pergi lebih jauh…suatu hari nanti

    hahahahahahaha…
    (lek aku yo emoh diseret kapal)

    RukmaPratista

    Oktober 29, 2008 at 5:27 am


Tinggalkan Balasan