Lagu.
Pernah coba bayangkan kalau lagu-lagu cinta yang biasa itu engkau belokkan maknanya menjadi perbincangan si penyanyi dengan Tuhannya?
Sandaran Hati, Letto.
Yakinkah ku berdiri
Di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku
Mendengar-Mu?Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
Merindukan-MuTerpuruk ku di sini
Teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemaniDalam hidupku
KesendiriankuTeringat ku teringat
Pada janji-Mu ‘ku terikat
Hanya sekejap ‘ku berdiri
Kulakukan sepenuh hatiPeduli ‘ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kau-lah sandaran hatiKau-lah sandaran hati
Sandaran hatiInikah yang Kau mau?
Benarkah ini jalan-Mu?
Hanyalah Engkau yang kutujuPegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadir-MuDalam gelapnya
Malam hariku…
It made perfect sense.