The Fardreamer

In loving memory of all the dreams.

Birokrasi.

with 2 comments

Ayo kita berdiskusi.

Bagaimanakah cara yang Islami untuk menghadapi birokrasi yang berbelit-belit?

Kemungkinan skenario yang bisa kupikirkan:

  1. Jalani saja. Semua orang juga mengalaminya. Semua orang juga menderita hal yang sama.
  2. Jadilah kaya, jadilah kuat, lalu gunakan kekayaan dan kekuatan itu untuk mempermulus persoalan yang berbelit.
  3. Jangan ikuti birokrasi sama sekali. Be free.

Untuk poin pertama, ini adalah hal yang sering dikemukakan orang kalau sudah kehabisan alasan yang logis untuk mempertahankan suatu kebiasaan yang buruk. Ospek, misalnya. Sudahlah kamu ikuti saja. Saya dulu menderita, sekarang giliran kamu. It doesn’t solve any problems.

Poin kedua, mau tidak mau harus diakui bahwa di dunia ini kemudahan datang pada orang-orang yang kaya dan kuat. Tidak adil, tetapi dunia bukan tempat yang adil. Jujur saja kalau aku kaya, aku lebih pilih suap mereka semua daripada mengikuti prosedur yang berbelit dan membuang-buang waktu, tenaga, pikiran. Kalau Tuhan menuntutku karena suap itu, biar kutunjukkan pada Dia bahwa hanya dengan cara itu aku mendapatkan hakku, hak beroleh service yang selayaknya. Bahwa merekalah pemicu aku melakukan semua itu. Jika tidak ada yang berbelit, tentu tidak ada alasan untuk suap dan semua itu.

Poin ketiga, berbelitnya birokrasi adalah pertanda sistem yang rusak, bukan? Dan sistem yang rusak tidak perlu diikuti. Ya, barangkali lalu ada yang bertanya, “kamu sendiri apa kontribusimu untuk memperbaiki sistem?” Tetapi rasa-rasanya sudah cukup banyak bantahan untuk pertanyaan itu. Yang dibahas di sini adalah, jika dia rusak, tinggalkan saja. Be free. Jangan ikuti sistemnya.

Rasa-rasanya tidak ada jawaban yang memuaskan. Bagaimana menurutmu?

Written by Hafiz

Februari 26, 2009 pada 6:00 pm

Ditulis dalam Absurd

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. *ngacung*
    Tanya! Tanya!
    Poin nomer 3 itu apa bisa?

    Rasa2nya kok susah. Ngurus KTP aja misalnya, pas jaman jadul dulu, ya mau nggak mau harus melalui birokrasi ruwet. Tidak bersinggungan dengan sistem birokrasi ruwet itu sepertinya mustahil.

    RukmaPratista

    Februari 28, 2009 at 5:01 am

  2. Birokrasi itu timbul karna adanya level2 tanggung jawab dan pembagian kerja. Setiap elemen tidak mau disalahkan ketika ada suatu permasalahan dengan berdalih bahwa semuanya sudah sesuai prosedur.
    Sifat dasar manusia selalu merasa senang ketika dia dianggap penting. Seseorang yang bertanggung jawab dalam sebuah tahap birokrasi merasakan hal itu. Celakanya bila dia menginginkan lebih dari itu. Mempermainkan bahkan memanfaatkan.
    Jadi aku kira aku punya alternatif ke-4 : Jadilah orang yang dianggap penting oleh orang birokrasi itu..

    yusri alfiansyah

    Maret 4, 2009 at 1:32 pm


Tinggalkan Balasan