Kostum.
Dari bermacam poster baliho caleg yang mengotori kotamu dan kotaku juga, coba hitung berapa yang dari mereka berpenampilan seperti seorang rakyat.

Coba kamu amati. Jas. Kopiah. Kumis (ada yang ingat “jok, lali, coblos kumise!“?) Make up seperti mau berangkat kondangan. Alis palsu. Bedak tebal. Gincu. Fotografi bikinan studio beneran.
Coba.
Dari awal pun mereka sudah berjualan tampilan seperti apa kira-kira mereka nanti kalau sudah memimpin. Kalau sudah jadi bos. Kalau sudah mengkilap. Kalau kata Emha, orang-orang seperti inilah yang nantinya akan selalu berusaha merakyat.
Iya, merakyat. Mereka tidak pernah benar-benar tahu rasanya menjadi rakyat, tidak sungguh-sungguh menjadi bagian dari rakyat, sehingga harus melakukan aktivitas merakyat. Seolah-olah menjadi rakyat. Supaya awet menjabat. Supaya lancar upeti dan sesaji-sesaji.
Padahal pemimpin yang benar itu tidak butuh merakyat. Iya kan? Ngapain juga harus merakyat kalau dari awal dia memang adalah rakyat?